Deskripsi pekerjaan
Posisi Safety, Health and Environment (SHE) Staff memegang peranan krusial dalam memastikan seluruh kegiatan operasional perusahaan berjalan selaras dengan regulasi pemerintah serta standar keselamatan internal. Peran ini didedikasikan untuk mendukung tercapainya target Zero Accident serta memastikan kepatuhan mutlak terhadap aspek keselamatan kerja di lingkungan pabrik. Tanggung jawab utama meliputi identifikasi potensi bahaya, asesmen risiko, penyiapan mitigasi yang efektif, serta pelaksanaan program SHE seperti audit, inspeksi, dan patroli keselamatan secara konsisten. Staf SHE juga bertindak sebagai garda terdepan dalam memimpin investigasi insiden, membina kesiapsiagaan darurat, serta membangun budaya kerja yang aman melalui pelatihan dan kolaborasi lintas fungsi.
Tanggung jawab: Memastikan operasional berjalan sesuai dengan regulasi pemerintah dan standar SHE internal guna mendukung Zero Accident serta kepatuhan penuh terhadap regulasi.; Melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, serta mengimplementasikan kontrol mitigasi yang efektif untuk mencegah insiden dan mengelola risiko kerja secara proaktif.; Menjalankan program SHE seperti inspeksi, audit, patroli keselamatan, serta proses permit to work secara konsisten dan efektif.; Memimpin investigasi insiden, mengidentifikasi akar penyebab, serta mendorong tindakan perbaikan dan pencegahan yang berkelanjutan secara tepat waktu.; Memantau kinerja SHE melalui analisis insiden dan inisiatif perbaikan berkelanjutan untuk memperkuat kontrol keselamatan dan meningkatkan awareness.; Mendorong budaya keselamatan melalui program pelatihan, coaching, serta engagement kepada operator dan manajemen.; Memastikan kesiapsiagaan darurat melalui simulasi rutin dan program kesiapan untuk skenario kebakaran, kebocoran gas, dan kondisi kritis lainnya.; Berkolaborasi dengan tim lintas fungsi untuk mengintegrasikan standar SHE dalam operasional harian pabrik..
Kualifikasi: Pendidikan minimal S1 di bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Kesehatan Masyarakat, Teknik Kimia, Teknik Lingkungan, atau jurusan terkait.; Memahami konsep SMK3, HIRADC/JSA, investigasi insiden (RCA, 5 Why, Fishbone), serta regulasi HSE di Indonesia.; Memahami pengendalian bahaya di lingkungan produksi (mesin, kelistrikan, bahan kimia, gas, dan lainnya).; Memiliki kemampuan yang baik dalam inspeksi, audit, manajemen risiko, serta sistem permit to work.; Berorientasi pada data, proaktif dalam mengidentifikasi risiko, serta memiliki kemampuan problem solving yang baik dalam peningkatan aspek keselamatan dan lingkungan.; Mampu memberikan pelatihan, menegakkan standar, serta berkolaborasi secara efektif dengan berbagai fungsi..
Tanggung jawab
- Memastikan operasional berjalan sesuai dengan regulasi pemerintah dan standar SHE internal guna mendukung Zero Accident serta kepatuhan penuh terhadap regulasi.
- Melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, serta mengimplementasikan kontrol mitigasi yang efektif untuk mencegah insiden dan mengelola risiko kerja secara proaktif.
- Menjalankan program SHE seperti inspeksi, audit, patroli keselamatan, serta proses permit to work secara konsisten dan efektif.
- Memimpin investigasi insiden, mengidentifikasi akar penyebab, serta mendorong tindakan perbaikan dan pencegahan yang berkelanjutan secara tepat waktu.
- Memantau kinerja SHE melalui analisis insiden dan inisiatif perbaikan berkelanjutan untuk memperkuat kontrol keselamatan dan meningkatkan awareness.
- Mendorong budaya keselamatan melalui program pelatihan, coaching, serta engagement kepada operator dan manajemen.
- Memastikan kesiapsiagaan darurat melalui simulasi rutin dan program kesiapan untuk skenario kebakaran, kebocoran gas, dan kondisi kritis lainnya.
- Berkolaborasi dengan tim lintas fungsi untuk mengintegrasikan standar SHE dalam operasional harian pabrik.
Kualifikasi
- Pendidikan minimal S1 di bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Kesehatan Masyarakat, Teknik Kimia, Teknik Lingkungan, atau jurusan terkait.
- Memahami konsep SMK3, HIRADC/JSA, investigasi insiden (RCA, 5 Why, Fishbone), serta regulasi HSE di Indonesia.
- Memahami pengendalian bahaya di lingkungan produksi (mesin, kelistrikan, bahan kimia, gas, dan lainnya).
- Memiliki kemampuan yang baik dalam inspeksi, audit, manajemen risiko, serta sistem permit to work.
- Berorientasi pada data, proaktif dalam mengidentifikasi risiko, serta memiliki kemampuan problem solving yang baik dalam peningkatan aspek keselamatan dan lingkungan.
- Mampu memberikan pelatihan, menegakkan standar, serta berkolaborasi secara efektif dengan berbagai fungsi.
Informasi lowongan
- Tipe pekerjaan
- Full-time
- Pendidikan
- S1
- Gaji
- Negosiasi